Di dunia yang makin terhubung ini, bisnis dan kreator konten sering kali harus menjangkau audiens lintas negara. Ketika harus berkomunikasi dalam berbagai bahasa, satu pertanyaan umum pun muncul: penerjemahan vs pelokalan?Meski terdengar mirip, keduanya memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda.
Apa Itu Penerjemahan?
Penerjemahan adalah proses mengalihkan kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa mengubah makna aslinya. Misalnya, menerjemahkan situs web dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia berarti mengubah kalimat-kalimat berbahasa Inggris menjadi kalimat berbahasa Indonesia yang benar secara tata bahasa.
Tujuan penerjemahan cukup jelas: memastikan orang yang berbicara dalam bahasa lain tetap bisa memahami pesan yang sama. Terjemahan yang baik akan tetap akurat, dengan struktur dan kosakata yang sesuai dalam bahasa target.
Penerjemahan sangat cocok untuk jenis konten yang menuntut akurasi tinggi, seperti manual penggunaan, dokumen hukum, laporan, deskripsi produk, atau jenis tulisan lain yang maknanya harus persis seperti versi aslinya.
Apa Itu Pelokalan?
Pelokalan bukan sekadar mengganti Bahasa. Proses ini juga menyesuaikan konten dengan budaya, kebiasaan, dan preferensi setempat. Pelokalan membantu menyampaikan pesan dengan cara yang terasa alami bagi audiens lokal, seolah-olah memang dibuat khusus untuk mereka sejak awal.
Pelokalan biasanya mencakup:
- Menyesuaikan gaya bahasa (formal atau santai)
- Menggunakan frasa umum atau istilah lokal
- Mengubah format tanggal, satuan ukuran, atau mata uang
- Menyesuaikan contoh, referensi budaya, atau gambar
- Memastikan konten terasa wajar dan sesuai secara budaya
Situs web atau produk yang telah dilokalkan tidak hanya diterjemahkan, tapi juga terasa akrab, mudah dipahami, dan relevan bagi audiens di wilayah tertentu.
Contoh Sederhana Penerjemahan
Berikut contoh cepat tentang bagaimana penerjemahan bekerja:
Bahasa Inggris: “Our office opens at 9 AM.”
Terjemahan ke Bahasa Indonesia: “Kantor kami buka pukul 9 pagi.”
Pesan tetap sama, dan satu-satunya yang berubah hanyalah bahasanya, tanpa ada penyesuaian budaya.
Contoh Sederhana Pelokalan
Sekarang, mari lihat bagaimana pelokalan melibatkan lebih dari sekadar menerjemahkan kata:
Bahasa Inggris: “Free shipping on orders over $50.”
Hasil pelokalan untuk Indonesia: “Gratis ongkir untuk pembelian di atas Rp750.000.”
Dalam contoh ini, mata uang disesuaikan dari dolar menjadi rupiah, dan istilah “free shipping” diubah menjadi “gratis ongkir”—frasa yang lebih umum dan akrab digunakan di Indonesia. Hasil akhirnya terasa lebih natural bagi pembaca lokal.
Penerjemahan vs Pelokalan: Mana yang Lebih Tepat?
Pilihan antara penerjemahan atau pelokalan tergantung pada tujuan komunikasi Anda dan seberapa jauh Anda ingin menyesuaikan konten dengan audiens target.
Jika Anda hanya ingin menyampaikan informasi dengan akurat, penerjemahan maka penerjemahan biasanya sudah cukup. Hal ini berlaku untuk materi teknis, hukum, atau ilmiah yang tidak terlalu bergantung pada gaya komunikasi.
Jika tujuan Anda adalah membangun keterlibatan dan membuat produk atau pesan terasa dekat serta relevan bagi audiens, pelokalan pelolakan adalah pilihan yang lebih tepat. Materi pemasaran, situs web, aplikasi, dan game sering kali memerlukan pelokalan karena konten tersebut tidak hanya melibatkan kata-kata, tetapi juga emosi dan pengalaman pengguna.
Mengapa Perbedaan antara Penerjemahan dan Pelokalan Penting
Memahami perbedaan antara penerjemahan dan pelokalan membantu Anda memilih pendekatan yang paling efektif saat berkomunikasi lintas bahasa. Menggunakan strategi yang tepat dapat meningkatkan pemahaman, membangun koneksi yang lebih kuat, dan menghindari miskomunikasi budaya.
Singkatnya, penerjemahan membuat orang memahami Anda, pelokalan sedangkan pelokalan membuat orang merasa Anda memahami mereka.
Pilihan antara penerjemahan dan pelokalan bergantung pada siapa audiens dan apa tujuan komunikasi Anda. VY-TRANS melayani keduanya, jadi kapan pun Anda membutuhkan dukungan untuk menyampaikan pesan yang jelas dan relevan secara budaya, jangan ragu untuk menghubungi kami—kami siap membantu.
