Dalam menerjemahkan konten antara bahasa Inggris dan Indonesia, ketepatan, kejelasan, dan relevansi budaya adalah hal yang sangat penting. Alur kerja terjemahan yang terstruktur membantu memastikan bahwa hasil akhir tidak hanya benar secara bahasa, tetapi juga sesuai dengan audiens dan tujuan penggunaannya.
Artikel ini menjelaskan dua jenis alur kerja terjemahan yang umum digunakan dalam proyek terjemahan profesional: human translation dan MTPE (Machine Translation Post-Editing). Memahami kedua metode ini dapat membantu pemilik proyek dan tim konten mengambil keputusan yang lebih tepat saat menyiapkan materi multibahasa.
Alur Kerja Human Translation
Human translation adalah proses terjemahan manual yang dilakukan oleh penerjemah profesional yang menguasai kedua bahasa dan memahami topik yang diterjemahkan. Metode ini umumnya digunakan untuk konten yang membutuhkan ketepatan tinggi, nuansa bahasa, atau adaptasi budaya secara menyeluruh.
Contoh konten yang cocok untuk human translation meliputi dokumen hukum, materi pemasaran, situs web, antarmuka pengguna, laporan medis, dan teks akademik atau edukatif.
Berikut tahapan umum dalam alur kerja human translation:
1. Analisis dan Persiapan Proyek
Sebelum proses terjemahan dimulai, konten dianalisis untuk memahami tujuan, audiens sasaran, dan topiknya. Tahap ini juga bisa mencakup pembuatan panduan gaya, glosarium, atau referensi lainnya.
2. Terjemahan oleh Penerjemah Ahli
Penerjemah profesional menerjemahkan isi dokumen dengan memperhatikan makna, nada bahasa, dan konteks budaya. Hasilnya adalah versi yang alami, jelas, dan akurat dari pesan asli.
3. Penyuntingan dan Tinjauan
Terjemahan kemudian ditinjau oleh linguist kedua. Tahapan ini memastikan kelancaran bahasa, konsistensi istilah, dan ketepatan isi dengan memperbaiki kesalahan tata bahasa, gaya, atau terminologi.
4. Pemeriksaan Kualitas (Quality Assurance)
Pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan format, tata letak, dan isi sudah lengkap serta sesuai dengan konteks aslinya. Untuk konten digital, ini juga termasuk mengecek tampilan terjemahan di platform yang digunakan.
5. Pengiriman dan Revisi
Versi akhir dikirim dalam format yang diminta. Jika diperlukan, revisi dapat dilakukan berdasarkan umpan balik internal atau klien.
Alur Kerja MTPE (Machine Translation Post-Editing)
MTPE adalah kombinasi antara mesin penerjemah otomatis dan penyuntingan oleh manusia. Metode ini sering digunakan saat kecepatan dan efisiensi biaya menjadi prioritas, dan kontennya tidak terlalu bergantung pada kreativitas atau gaya bahasa. Contoh konten yang cocok meliputi deskripsi produk, dokumentasi teknis, laporan internal, dan teks dalam jumlah besar.
Berikut tahapan dalam alur kerja MTPE:
1. Evaluasi Kelayakan Konten
Konten dianalisis terlebih dahulu untuk memastikan apakah cocok diterjemahkan oleh mesin. Teks yang bersifat kreatif, hukum, atau sangat sensitif terhadap merek biasanya kurang cocok untuk MTPE.
2. Penerjemahan oleh Mesin (Machine Translation)
Setelah disetujui, konten diproses menggunakan mesin penerjemah seperti Google Translate, DeepL, atau sistem khusus yang disesuaikan dengan domain tertentu.
3. Post-Editing oleh Editor Manusia
Linguist profesional meninjau dan menyunting hasil terjemahan mesin. Terdapat dua tingkat penyuntingan yang umum dilakukan:
- Light post-editing, yaitu perbaikan dasar untuk tata bahasa dan kejelasan
- Full post-editing, yaitu penyuntingan menyeluruh agar hasilnya mengalir, akurat, dan alami
4. Pemeriksaan Kualitas (QA)
Seperti pada human translation, tahap ini mencakup pengecekan format, istilah, dan kelengkapan isi.
5. Pengiriman dan Tanggapan Opsional
Hasil akhir diserahkan untuk ditinjau atau langsung digunakan. Jika diperlukan, revisi bisa dilakukan.
MTPE cocok untuk konten yang tidak memerlukan adaptasi budaya secara mendalam tetapi tetap membutuhkan pengecekan oleh manusia agar akurat dan mudah dipahami.
Memilih Antara Human Translation dan MTPE
Pemilihan alur kerja tergantung pada tujuan konten, tenggat waktu, anggaran, dan tingkat kualitas yang diinginkan. Dalam beberapa proyek, kedua metode ini dapat digunakan secara bersamaan tergantung pada jenis kontennya. Misalnya, deskripsi produk bisa melalui MTPE, sementara materi promosi ditangani dengan human translation.
Dengan memahami setiap alur kerja, manajer konten dan tim proyek dapat merencanakan proses terjemahan dengan lebih baik serta menetapkan ekspektasi yang jelas terkait kualitas, kecepatan, dan biaya.
Siap Membuat Terjemahan Anda Lebih Efektif?
Terjemahan yang baik bukan hanya soal memilih kata yang tepat, tetapi juga tentang menerapkan proses yang benar. Dengan alur kerja yang jelas, pesan Anda akan tersampaikan dengan lebih lancar, konsisten, dan mudah dipahami.
Kabar baiknya? Anda tidak perlu melakukannya sendiri.
Jika Anda ingin meningkatkan kualitas terjemahan Anda, Vy-Trans siap membantu. Mari wujudkan terjemahan yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih efektif bersama.
