Pelokalan UI/UX untuk Pasar Indonesia: Ciptakan Navigasi Aplikasi yang Alami

Jika Anda ingin meluncurkan aplikasi di pasar Indonesia, menerjemahkan label navigasi saja tidaklah cukup. Pelokalan UI/UX bukan sekadar menerjemahkan kata per kata tetapi menyesuaikan susunan kata, panjang frasa, dan kebiasaan membaca pengguna agar navigasi terasa natural dan intuitif bagi pengguna lokal.

Banyak perusahaan menginvestasikan waktu dan biaya untuk menerjemahkan konten aplikasi, tetapi mengabaikan struktur serta alur navigasi. Akibatnya, aplikasi memang “berbahasa” Indonesia, tetapi tetap terasa asing bagi penggunanya. Navigasi yang kurang tepat dapat menimbulkan frustasi, menurunkan keterlibatan pengguna, bahkan meningkatkan angka uninstall meskipun fitur aplikasi sebenarnya berjalan baik.

Susunan Kata yang Tepat dalam Pelokalan UI/UX

Salah satu kesalahan umum dalam pelokalan UI untuk Indonesia adalah mengabaikan susunan kata.
Dalam bahasa Inggris, kata sifat biasanya ditempatkan sebelum kata benda (quick access, recent files).
Dalam bahasa Indonesia, susunannya dibalik (akses cepat, file terbaru).

Jika pola ini diabaikan, label menu dapat terdengar janggal atau sulit dipahami. Contoh:

  • Cepat Akses → terdengar canggung dan tidak jelas.
  • Akses Cepat → terdengar natural dan langsung dimengerti.

Perubahan kecil ini membuat antarmuka terasa akrab dan mengurangi beban berpikir pengguna.

Panjang Frasa dan Keterbatasan Ruang

Dalam pelokalan UI untuk Indonesia, perlu diingat bahwa terjemahan bahasa Indonesia biasanya 20–30% lebih panjang dibanding teks bahasa Inggris. Perbedaan ini bisa menimbulkan masalah tata letak, terutama di menu navigasi, tombol, atau tab dengan ruang terbatas.

Tips untuk desainer:

  • Sediakan ruang ekstra untuk label navigasi.
  • Gunakan istilah singkat yang tetap jelas (Unduh alih-alih Lakukan Pengunduhan).
  • Uji tampilan di berbagai ukuran layar untuk mencegah teks terpotong.

Label yang singkat dan jelas memudahkan pengguna mengambil keputusan dengan cepat.

Kebiasaan Membaca dan Pola Navigasi

Pengguna Indonesia umumnya nyaman dengan daftar menu vertikal, tetapi menu horizontal yang panjang bisa sulit dipindai. Selain itu, navigasi berbasis ikon saja sering kali kurang efektif, terutama untuk fitur yang jarang digunakan.

UI/UX Localization tips:

  • Padukan ikon dengan label teks yang ringkas dan jelas.
  • Hindari singkatan yang tidak umum kecuali sudah dikenal luas (OTP, FAQ).
  • Letakkan fitur terpenting di posisi yang paling mudah ditemukan, biasanya di bagian atas atau urutan pertama.

Kejelasan Lebih Penting daripada Terjemahan Harfiah

Pelokalan aplikasi yang efektif bukanlah sekadar menerjemahkan teks, tetapi menciptakan alur penggunaan yang natural. Navigasi harus memungkinkan pengguna berpindah antarhalaman tanpa ragu atau menebak-nebak arti tombol.

Checklist Pelokalan UI/UX untuk Pasar Indonesia:

  • Susunan kata sesuai kaidah bahasa Indonesia
  • Frasa cukup singkat untuk ruang UI
  • Ikon dilengkapi label yang deskriptif
  • Istilah familiar bagi pengguna umum

Kesimpulan – Lebih dari Sekadar Bahasa

Pelokalan UI/UX untuk pasar Indonesia berarti merancang antarmuka yang tidak hanya berbicara dalam bahasa Indonesia, tetapi juga terasa seperti dibuat khusus untuk pengguna Indonesia sejak awal. Jika navigasi terasa asing atau membingungkan, pengguna tidak akan bertahan lama. Berinvestasi pada jasa pelokalan UI/UX profesional memastikan produk Anda tidak hanya berbahasa Indonesia, tetapi juga berpikir ala Indonesia..

Apakah Anda ingin aplikasi Anda terasa alami dan mudah dipahami oleh pengguna Indonesia? Agensi kami fokus pada pelokalan UI/UX yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia.
Pelajari solusi pelokalan aplikasi kami dan mulai libatkan pengguna Anda sekarang juga.

Kami menawarkan layanan dalam berbagai pasangan bahasa untuk berbagai bidang.

Hubungi Segera

Ikuti Kami

 

© 2025 Vy-Trans. Semua hak dilindungi oleh undang-undang.

© 2024 Created by Webcare Indonesia

id_IDIndonesian